Setiap hari kita menghadapi emosi diri dan emosi orang lain.

Emosi pada dasarnya adalah netral tetapi luka-luka didalam jiwa membuat emosi tersebut menumpuk dan menyesakkan jiwa sehingga menjadi lebih negative. Emosi negative ini membuat sakit dan menghancurkan.

Apakah emosi itu. Wikipedia menyebutkan Emosiadalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.


Sayangnya tidak semua emosi kita dapat tersampaikan dengan benar supaya tidak melukai orang lain. Emosipun bisa menjadi sampah.

Apakah sampah emosi itu? Sampah emosi adalah tumpukan cara pandang negative terhadap situasi yang terjadi dalam diri kita sehingga terjadi kemarahan, kebencian, keserakahan dan emosi destruktif lainnya. Sampah emosi ini terkait dengan diri sebagai mental korban.

Sampah emosi terkait dengan kepahitan, luka batin, kecemasan, kesedihan jangka panjang, kemarahan yang meledak-ledak. Kita merasa tidak berdaya dan menjadi korban sehingga emosi-emosi negative itu tidak terselesaikan. Kita bisa lho membuang sampah emosi ini jika kita mau. Teknik membuang sampah emosi ini sering disebut katarsis dalam dunia psikologi

Katarsis adalah terapi untuk pasien dengan mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak menyenangkan, mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional/gangguan mental. Terapi katarsis ini dikenalkan oleh Josef Breuer dan kemudian dikembangkan oleh Sigmund Freud.

Membuang sampah emosi dalam bahasa psikologi sering disebut dengan katarsis. Dalam KBBI, katarsis diartikan 1 Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; 2 Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; 3 Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis.

Wikipedia menulis Katarsis atau katharsis, (dari bahasa Yunani: κάθαρσις) pertama kali diungkapkan oleh para filsuf Yunani, yang merujuk pada upaya "pembersihan" atau "penyucian" diri, pembaruan rohani dan pelepasan diri dari ketegangan. Istilah ini digunakan antara lain oleh: "Penyucian" yang dihasilkan pada para pemirsa dalam sebuah pentasan sandiwara, menurut Aristoteles, metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, hlm 175).


Bagaimana membuang sampah emosi ini atau proses katarsis terjadi:

1.      Berceritalah kepada orang yang mau mendengarkan dan mendatangkan solusi – Dengan bercerita kita menjadi memiliki pandangan yang lebih obyektif terhadap amasalah kita. Pilihlah orang-orang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dan mendatangkan solusi.

2.      Ambil kendali dan tanggung jawab – Ingat tidak ada asap kalau tidak ada api. Kita tidak bisa merubah orang lain tetapi kita bisa merubah diri kita sendiri. Segala hal seperti lingkungan yang menyebabkan sampah emosi kita dapat kita hindari. Terima resikonya dan sadari mungkin kesalahan kita yang membuat segalanya tambah buruk. Akui kesalahan dan ambil langkah yang benar

3.      Menangis dan berteriaklan pada tempatnya saat emosi ini menyesakkan dalam jiwa. Menangis secukupnya berteriak seperlunya. Terima semua rasa sakit dan buang jauh-jauh sampah emosi itu. Pelajari setiap kesahalan dalam setiap kemalangan yang terjadi. Menangis adalah cara tubuh membasuh jiwa yang terluka untuk membentuk pribadi yang kuat dan melepaskan sampah emosi.

4.      Lakukan konsultasi dan terapi lebih lanjut pada orang-orang yang berpengalaman. Hubungi psikolog dan konselor untuk melepaskan beban emosi negative tersebut. Psikolog dan konselor berpengalaman mampu untuk memberikan langkah-langkah pelepasan energi negative ini.

5.      Ikuti kelas pemulihan dan pengembangan diri. Ruangpulih.com memberikan banyak pilihan kelas online dan offline untuk mengembangkan diri. Dibulan ini ad akelas Writing to Heal. Menulis untuk melepaskan segala penumpukan sampah emosi.

6.      Bermeditasi dan berdoa akan membantu kita mendekati energi positif yang tidak terbatas. Dengan seni menerima apapun yang terjadi dalam hidup ini membuat kita lebih mampu menghadapi segala sampah-sampah emosi negative dalam hidup kita.


Demikian adalah pembahasan kali ini mengenai sampah emosi dan katarsis. Teruslah belajar mengenali dan membuang sampah emosi didalam tubuh kita. Menjadi lebih baik adalah usaha yang perlu terus ditekuni dan siap dengan segala ongkos yang harus dibayar. Terapi mindfulness akan membantu kita untuk menyadari sampah emosi yang dilemparkan orang pada kita. Kita perlu belajar mengenai mengenali dan membuang sampah negative ini untuk melindungi, mengembangkan dan memulihkan diri kita.