Menjadi Teman Curhat yang Baik



Curhat menjadi momen yang baik untuk kita dapat berbuat baik kepada orang lain. Berbuat baik kepada orang lain cukup dengan cara sederhana. Bermodal pendengaranpun seseorang dapat membantu orang lain. Mendengarkan keluh kesah dan menjadi tempat curhat dapat membantu orang lain mengurangi beban pikirannya.  Itu sebabnya mengapa keterampilan mendengarkan perlu dan penting untuk dimiliki oleh seseorang. Cukup menjadi pendengar yang baik, Anda sudah membantu kesembuhan orang lain (Supriyatno, Mentor Online Ruang Pulih).


Memberikan dukungan, menjadi tempat bersandar dan membangun kualitas emosional yang baik dengan orang lain telah cukup membantu orang lain. Namun, masih banyak orang yang menjadi tempat langganan curhat namun gagal menjadi teman curhat yang baik. Di samping  karena faktor kecocokan, ada beberapa hal yang masih sering dilakukan oleh si teman curhat. Hal ini membuat orang yang ingin curhat merasa tidak nyaman.


Bagi kalian yang sering menjadi tempat curhat teman atau ingin sekedar ingin berbuat baik dengan menjadi teman curhat bagi orang lain, cobalah tips berikut ini. Memang sulit menjadi seseorang yang baik untuk orang lain, tetapi sekedar menjadi tempat yang nyaman untuk teman yang ingin curhat, apa salahnya. 😉


Empati

Tips yang pertama menjadi teman yang baik adalah empati. Seseorang yang ingin menjadi teman curhat yang baik untuk teman atau orang lain tentulah harus memiliki rasa empati kepada orang lain. Rasa empati membuat kita mengerti perasaan yang ada pada orang lain, membuat kita ingin membantu menyelesaikan masalah mereka, dan  membuat seseorang menjadi nyaman ketika curhat kepada kita karena kita tidak merasa terbebani dengan mereka.


Menyiapkan waktu dan diri

Tips yang kedua yang juga penting untuk diperhatikan sebagai teman curhat yaitu menyiapkan waktu dan diri. Terkadang seseorang telah menyiapkan waktu untuk  orang lain curhat, tetapi tidak menyiapkan diri mereka. Ketika seseorang curhat kepada kita namun kita malah mengabaikannya dan terkadang masih bermain telepon. Hal ini membuat orang lain tidak nyaman dan merasa tidak diperhatikan. Pandanglah orang yang kamu ajak bicara. Hal sederhana ini sangat penting. Cara terbaik untuk memulai interaksi apapun adalah dengan kontak mata. ( Herron & Petter, 35:1998). Oleh karena itu seseorang menjadi teman curhat yang baik harus menyiapkan waktu dan dirinya ketika seorang ingin curhat.


Dengarkan hingga selesai

Tips yang ketiga untuk menjadi teman curhat yang baik yaitu dengarkan curhatan sampai selesai. Jangan sesekali kita meninggalkan tanpa alasan seseorang yang sedang curhat dengan kita. Itu akan membuat mereka sakit hati.


Jujur

Bersikap jujur itu penting untuk setiap orang. Termasuk disaat kita menjadi teman curhat. Apabila seseorang ingin curhat dengan kita namun kita tidak mempunyai waktu atau kita merasa bosan dengan curhatan mereka maka jujurlah kepada mereka. Jangan sampai kamu merasa terpaksa menjadi tempat curhat.  Berkatalah jujur namun tidak menyakiti hati mereka.


Open minded

Tips yang tidak kalah penting untuk menjadikan diri kita sebagai tempat yang nyaman untuk curhat adalah berpikir terbuka (open minded). Menerima pemikiran-pemikiran yang mereka ungkapkan akan membuat mereka merasa nyaman bercerita dengan kita.


Diam adalah emas

Diam sesekali juga penting ketika seseorang curhat dengan kita. Disaat seseorang menangis ketika curhat, maka diamlah. Jangan ganggu mereka, biarkanlah mereka sesaat dengan perasaannya. Dan sekiranya sangat sedih dan butuh dihibur, maka hiburlah.


Responsif

Tips menjadi teman curhat yang baik selanjutnya yaitu responsif. Berikanlah respon atau tanggapan ketika seseorang sedang curhat. Apabila membutuhkan saran atau nasihat maka berikanlah saran atau nasihat yang terbaik. Jangan abaikan mereka ketika sedang berbicara Hal ini membuat mereka merasa tidak diperhatikan dan sakit hati.


 


 


 


 


 


Beberapa kutipan disadur


Dari buku “Cara Asyik Menjadi Anak Gaul”


Dari fimela.com