Setiap keluarga tentu berharap untuk bersama-sama sampai kapanpun. Namun, tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan. Beberapa ujian pun diberikan oleh Tuhan. Terkadang sebagian besar  ujian dapat kita lewati dan sebagian kecilnya dapat memecahkan ikatan batin antar keluarga dikarenakan terjadi perbedaan pendapat, perdebatan, permusuhan hingga perceraian.

Perceraian orang tua adalah jalan terakhir yang bisa diambil jika segala upaya perdamaian dan perbaikan tidak bisa lagi dilakukan. Tidak hanya orangtua yang tersakiti, perceraian juga menyisakan luka dan trauma pada anak yang mungkin akan terus dibawanya hingga dewasa. Perceraian orang tua memberikan dampak psikologi yang sangat besar kepada anak. Dunia anak adalah dunia yang sangat bergantung pada orang tua, terutama anak di usia 7-13 tahun yang mulai merasakan perbedaan ketika orang tuanya mendadak berpisah.

Perceraian orang tua memberikan dampak negative pada anak diantaranya yaitu:

  • Rasa malu, rendah diri, dan kurangnya keterampilan sosial.
  • Kurang kepercayaan diri.
  • Depresi yang parah.
  • Dampak pada performa akademik.
  • Perilaku negatif anak.
  • Perilaku antisosial.
  • Pikiran bunuh diri dan lainnya.

Dari beberapa dampak negative dari perceraian orang tua, dampak satu sama lain berkaitan erat. Jika tidak segera mungkin kita mengerti dan pulihkan, itu akan memperburuk diri kita sendiri. Memiliki keluarga broken home dikarenakan perceraian orang tua saat masih kecil bukan pilihan kita, tetapi bagaimana kita bisa memilih menaikkan kesadaran dan mengasuh diri atas sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Broken home bukan masalah jika kita merawat broken heart dan melihatnya hanya sebagai masa lalu.

Setiap orang tua pasti ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Bisa dibayangkan mulai dari cara mengasuh, merawat, lalu mendapatkan pendidikan dan memastikan bahwa setiap proses selalu diusahakan dengan baik. Sekalipun terjadi perceraian orang tua, masing-masing dari mereka memiliki caranya sendiri untuk melakukan yang terbaik untuk anaknya. Beberapa kasus perceraian orang tua malah membawa dampak positif bagi anaknya, contohnya sebelum terjadinya perceraian orang tua, orang tua terlalu sibuk berdebat dan sampai lupa membatasi anaknya dan cuek dengan anaknya karena emosi. Setelah perceraian orang tua, orang tua lebih maksimal dalam mendidik anaknya karena tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan setelah terjadi perceraian orang tua dan pemikirannya hanya berfokus pada anak dan pekerjaannya saja.

Nasib anak ketika terjadi perceraian orang tua saat ini menjadi suatu permasalahan yang banyak ditanyakan oleh orang-orang. Perceraian orang tua boleh terjadi, tetapi jangan sampai lupa hak-hak anak yang harus orang tua penuhi demi pertumbuhan maupun perkembangan mental anak yang baik. Lalu, apa saja hak anak yang harus diperhatikan orang tua?

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak (UU 23/2002 dan UU 35/2014), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Terdapat sekurangnya 13 hak yang ditegaskan oleh UU Perlindungan Anak, yakni:

1.       Hak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.

2.       Hak beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua/wali.

3.       Hak mengetahui orang tua.

4.       Hak pelayanan kesehatan dan jaminan social.

5.       Hak pendidikan dan pengajaran.

6.       Hak menyatakan pendapat dan didengar pendapatnya.

7.       Hak beristirahat, memanfaatkan waktu luang, dan bergaul.

8.       Hak memperoleh rehabilitasi dan bantuan sosial (bagi anak penyandang disabilitas).

9.       Hak perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan, perlakuan salah.

10.   Hak diasuh oleh orang tuanya sendiri.

11.   Hak dilindungi dari penyalahgunaan kegiatan politik, perang, kerusuhan, kekerasan, peperangan, dan kejahatan seksual.

12.   Hak perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau hukuman yang tidak manusiawi.

13.   Hak bantuan hukum.

Memberikan dan memenuhi hak untuk anak akan menyelamatkan anak dari dampak negative terhadap perceraian orang tua. Setiap orang memiliki masa depan yang indah tergantung bagaimana individu berusaha pulih, latih dan mengembangkan diri. Cintai diri dan ciptakan keajaiban untuk masa depan yang penuh cinta dan kebahagiaan.


Konsultasi dan Info Lebih Lanjut hubungi :
www.ruangpulih.com
WA : +62 899 3811 112
Facebook : Ruangpulih.com